Bangunan sebagai objek Laser Scanner
Bangunan merupakan tempat atau bahan yang paling sering menjadi objek untuk 3D Laser Scanner. Kebetulan fungsi dari laser scanner banyak dipakai dalam menganalisis suatu bangunan. Sehingga pada masa kini, teknologi laser scanner dipakai dalam menganalisis, menggambar ulang, dan memantau suatu bangunan agar dapat terus menjaga dan merawat kondisinya. 3D laser scanner telah memberikan alur kerja yang lebih cepat dan efesien bagi orang- orang yang bekerja dalam bidang- bidang yang bersinggungan ke bangunan.
Laser Scanner pada Bangunan Bersejarah
Berjalannya waktu, fungsi laser scanner semakin dirasakan oleh para ahli bangunan bersejarah. Bukan sekedar mempermudah dan mempercepat, tetapi 3D laser scanner telah memberikan gaya baru dalam mengarsipkan dokumentasi- dokumentasi budaya yang selama ini diperlukan oleh institusi- institusi kebudayaan. Hasil pemindaian 3D yang berupa point cloud itu, telah dapat menggambarkan secara visual persis dengan kemauan dari para penyimpan arsip. Hasil data yang dilengkapi dengan pewarnaan yang sesuai, telah menyempurnakan penangkapan- penangkapan secara detil dari bangunan bangunan berserjarah.

Hasil Render dari Basilica of San Petronio di Bologna, direkam dengan NUB3D SIDIO structured light scanner
Sumber: Factum Arte
Manfaat lain yang dapat ditawarkan oleh pemindaian pada bangunan bersejarah adalah melakukan modelling yang sesuai atau dapat dikatakan presisi dengan model bangunan- bangunan bersejarah yang tentu memiliki corak dan bentuk yang unik. Hal ini biasa ditemukan pada objek- objek bersejarah yang merupakan kebudayaan dari suku- suku yang berada pada masa lalu. Contoh- contoh objek itu adalah candi- candi, rumah adat, fosil bangunan, dan lain- lain. Sehingga kegunaan laser scanner tidak hanya sebatas untuk bangunan- bangunan tua yang masih berdiri saja.
Hasil yang didapatkan setelah pemindaian
Data yang dihasilkan oleh laser scan sesuai yang sudah disebut diatas, berupa point cloud. Point cloud itu dapat dibuka dalam software- software 3D modelling seperti AutoCAD, Autodesk Revit, dll. Pada software- software tersebut dapat dilakukan modelling sesuai dengan point cloud hasil objek yang telah di scan. Kemudian pada hasil modelling itu bias dipakai berbagai macam kebutuhan, yaitu:
- Site Plan. Salah satu kebutuhan dari bangunan- bangunan bersejarah terutama yang menjadi destinasi wisata adalah site plan. Dengan adanya bentuk bangunan yang sudah presisi secara ukuran dan bentuk, maka pembangunan site plan pada kawasan wisata bangunan tua jadi lebih dipercepat dan dipermudah.

Siteplan Borobudur
Sumber: borobudur.com
- Maintainance Plan. Konsep ini sebenarnya lebih kearah redesign untuk perawatan objek. Bukan untuk merubah apa yang sudah ada, tetapi lebih kepada menganalisis hal- hal apa yang bisa dan harus dilakukan untuk merawat bangunan agar dapat lestari.
Referensi:
Technics Geospatial Surveyor. 2020. 3D Laser Mapping. [online] Available at: [Accessed 9 April 2020].
Factum Arte. 2020. 3D SCANNING FOR CULTURAL HERITAGE CONSERVATION. [online] Available at: [Accessed 9 April 2020].
Vacca, G., Deidda, M., Dessy, A. and Marras, M., 2012. LASER SCANNER SURVEY TO CULTURAL HERITAGE CONSERVATION AND RESTORATION. International Archives of the Photogrammetry, Remote Sensing and Spatial Information Sciences, XXXIX-B5.