Proses kontruksi membutuhkan pemetaan 3D untuk mendukung proses pembangunan dalam tahap identifikasi kondisi awal, pemantauan progress pekerjaan hingga pembuatan as built drawing terbaru. Saat ini pemetaan proyek infrastuktur seringkali menggunakan pengukuran 2D menggunakan GNSS maupun alat geodetik lainnya. Namun menggunakan Mobile Laser Scanner akan mendapatkan hasil 3D melalui pengukuran yang cepat dengan tingkat akurasi mencapai 2 cm.
Pemetaan 3D dapat menggunakan tiga tipe laser scanner, yaitu i) Terrestrial Laser Scanner, ii) Mobile Laser Scanner dan iii) Airborne Laser Scanner. Mobile Laser Scanner memiliki keunggulan untuk memberikan hasil point cloud dengan kategori ultra-high point density, yang artinya dapat menghasilkan ribuan points per meter persegi dengan jarak antar titik dalam satuan cm. Jika dibandingkan dengan Airborne Laser Scanner (Pemetaan via foto udara), hasilnya kurang dari 10 point per meter persegi dan jarak antar titik 30-50 cm. Terrestrial Laser Scanner juga mampu memberikan hasil seperti Mobile Laser Scanner, namun kekurangannya adalah mengandalkan mode stop-and-go dan sangat berpengaruh dengan posisi alat sehingga menghasilkan distribusi point yang inhomogenous (tidak dalam 1 ukuran). Kerapatan point density memberikan hasil yang maksimal dalam pengukuran progress hingga as built drawing yang memerlukan tingkat ketelitian sangat tinggi.
Paracosm PX-80 merupakan mobile Laser Scanner yang dapat memberikan tingkat akurasi tinggi. Penggunaannya telah dipakai di proses konstruksi oleh perusahaan asal Inggris nmcn (North Midland Construction).
nmcn adalah kontraktor umum utama yang menyalurkan proyek built-environment dan critical-infrastructure di seluruh Inggris. Perusahaan ini mendapat proyek untuk mengubah suatu bangunan pertanian yang terbengkalai menjadi apartemen. Sehingga pada kesempatan yang sama, perusahaan ini dapat melakukan riset perbandingan untuk Paracosm PX-80.
nmcn memberikan PX-80 untuk seorang pekerja yang tidak memiliki pengalaman memindai, kemudian mengadakan pelatihan selama 15 menit, dan mengirimkan pekerja itu untuk memindai semua bagian eksterior maupun interior melintasi 57 meter dari situs. Pada saat yang sama, suatu tim yang tedapat empat spesialis mendokumentasikan situs geometri menggunakan pemindai laser untuk semua bagian eksterior dan alat manual (contoh: distometer laser) untuk semua bagian interior bangunan.
Setelah menghasilkan output terakhir mereka, nmcn membuat dua perbandingan. Pertama, mereka melakukan overlay model 3D untuk menentukan tingkat akurasi kedua metode. Kemudian, perusahaan membandingkan data kecepatan dan biaya menggunakan PX-80 di rumah dengan data dari penyedia layanan. Berikut hasil perbandingan tersebut.
.png)