Sistem transportasi merupakan salah satu aset penting dalam ekonomi sebuah negara, karena mendorong pertumbuhan pasar melalui jaringan dan konektivitas antara berbagai teritori. Untuk mendukung infrastuktur transportasi tetap efisien, reliabel dan dapat diakses oleh masyarakat, penelitian di Uni Eropa memberikan tiga tantangan yang harus dibenahi dalam sistem tersebut yaitu i) fungsi pasar, ii) dampak negatif dari eksternal dan iii) infrastruktur. Seringkali sistem transportasi mengalami pelambatan inovasi karena sistem persaingan yang rendah, dimana hanya pemerintah yang mengelola. Transportasi juga perlu memperhatikan konversi energi yang dihasilkan, karena salah satu tujuan transportasi publik adalah mengurangi emisi kendaraan pribadi melalui peningkatan penggunaannya.
Laporan dari European Road Federation menegaskan kebutuhan akan metode dan teknologi baru untuk memberikan Pemerintah atau pengambil keputusan dalam menciptakan transportasi yang efisien serta pengelolaan berkelanjutan. Metode yang tepat menjadi esensial untuk menjamin keberlanjutan pembangunan sistem serta jaminan keselamatan. Manajemen aset merupakan salah satu metode pelaporan yang komprehensif dalam mendukung pengelolaan transportasi yang berkelanjutan.
Salah satu teknologi terbaru yang menjanjikan untuk mendukung perubahan itu adalah LiDAR (Light Detection And Ranging)-based mapping systems. Metode ini dapat digunakan melalui alat Mobile Laser Scanner. Hasil dari alat tersebut adalah points cloud yang memberikan visualisasi 3D akurat dari area pengukuran. Data 3D sangat powerful untuk memberikan data real dan valid pada saat perencanaan, kondisi nyata sebagai bahan evaluasi pada saat konstruksi hingga perubahan kondisi area atau bangunan pada saat pemeliharaan. Data points cloud dapat diimplementasikan ke Building Information Management (BIM), dimana akan mendorong produktifitas pada berbagai area seperti meningkatkan kualitas desain, rencana konstruksi dan penerapan serta pengelolaan di lapangan. BIM akan menjadi informatif untuk berbagai pihak, termasuk stakeholder dan pengambil keputusan.
Pemetaan 3D dapat menggunakan tiga tipe laser scanner, yaitu i) Terrestrial Laser Scanner, ii) Mobile Laser Scanner dan iii) Airborne Laser Scanner. Mobile Laser Scanner memiliki keunggulan untuk memberikan hasil point cloud dengan kategori ultra-high point density, yang artinya dapat menghasilkan ribuan points per meter persegi dengan jarak antar titik dalam satuan cm. Jika dibandingkan dengan Airborne Laser Scanner (Pemetaan via foto udara), hasilnya kurang dari 10 point per meter persegi dan jarak antar titik 30-50 cm. Terrestrial Laser Scanner juga mampu memberikan hasil seperti Mobile Laser Scanner, namun kekurangannya adalah mengandalkan mode stop-and-go dan sangat berpengaruh dengan posisi alat sehingga menghasilkan distribusi point yang inhomogenous (tidak dalam 1 ukuran). Kerapatan point density memberikan hasil yang maksimal dalam pengukuran detil ruangan/area seperti isi ruang toko, ticketing box, hingga komponen lain dalam bentuk points cloud maupun foto.
Aplikasi di transportasi publik
Pengukuran 3D laser Scanner pada saat konstruksi telah diimplementasikan pada beberapa pembangunan sistem transportasi publik di berbagai negara. Salah satu contohnya adalah penggunaan di pembangunan MRT Taipei.
Konstruksi Mass Rapid Transit di Taipei.
Pada The East-West MRT line of Taipei, dilakukan pemetaan As-built 3D pada jarak enam kilometer dengan waktu pengukuran yang berbeda di 3 stasiun MRT bawah tanah. Data points cloud digunakan menjadi Building Information Modeling (BIM) yang terintegrasi dengan data topografi.
Terdapat dua sesi pengukuran, satu di atas permukaan tanah dan satu di bawah tanah, dilakukan pada dua periode waktu yang berbeda. Pengukuran dilakukan dengan menempatkan titik pendaftaran yang diatur, dan tidak memiliki gangguan visual. Untuk menghindari halangan pada pemindaian, permukaan tanah diukur dari atap kantor dan apartemen terdekat. Lokasi pengukuran harus dipilih untuk menghindari atau menutupi blind spot di dekat bagian bawah alat.
Penerapan 3D Laser Scanner di MRT Taipei mendorong pemantauan progress berkala yang lebih cepat dan akurat. Integrasi data dapat dilakukan untuk menunjang proses pasca-konstruksi yang lebih terstruktur dan dilanjutkan dalam proses Building Information Management.
Sumber:
- A Survey of Mobile Laser Scanning Applications and Key Techniques over Urban Areas
- The Integrated 3D As-Built Representation of Underground MRT Construction Sites
- Studies of BIM adoption for precast concrete design by mid-sized structural engineering firms
- Review of Laser Scanning Technologies and Their Applications for Road and Railway Infrastructure Monitoring